Home / Berita / Nasional

Sabtu, 4 Juli 2020 - 22:37 WIB

Akademisi UGM Bicara Soal Kalung Eucalyptus

Mediatani – Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Zullies Ikawati mendukung upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam membuat inovasi kalung  dari tanaman eucalyptus sebagai produk kesehatan. Dia menyebut, produk ini sangat cocok untuk orang yang terpapar Covid 19.

“Saya kira, sebagai pendukung untuk gejala covid inovasi ini sangat bagus karena covid biasanya sesak nafas. Jadi ini sangat pas sekali,” kata Zullies saat mengisi narasumber di kabar petang TV One, Sabtu, 4 Juli 2020.

Meski demikian, kata Zullies, untuk sebagai antivirus corona pembuktian menuju ke sana masih harus melalui beberapa proses panjang. Termasuk uji klinis di tingkat kementerian dan lembaga lain.

Baca Juga :   Mentan Operasi Pasar Pangan Murah dan Blacklist 56 Importir Bawang Putih Nakal

“Kalau uji invitro saya setuju dan saya kira memang ada potensi menjadi antivirus. Tapi kan untuk menjadi satu obat pasti ada alurnya”, katanya.

Dalam acara yang sama, Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Kementerian Pertanian, Indi Dharmayanti menegaskan bahwa semua inovasi yang dilakukan Kementan masih dalam tahap invitro dengan proses riset dan penelitian yang masih panjang.

Baca Juga :   Indonesia Buka Akses Pasar Buah Tropis dan Rempah ke Argentina

“Sebenarnya bukan obat untuk corona, karena riset masih terus berjalan. Tapi ini adalah ekstrak dengan metode desilasi untuk bisa membunuh virus yang kita gunakan di laboratorium. Toh sesudah kita lakukan screening ternyata eucalyptus ini memiliki kemampuan membunuh virus influenza bahkan corona,” tutupnya.

Namun, kata Indi, produk ini tetap akan dipasarkan melalui pihak ketiga, dalam hal ini perusahaan yang bergerak di bidang minyak berbahan dasar tanaman eucalyptus. “Dalam waktu dekat mungkin akan dipasarkan melalui perusahaan swasta,” tutupnya.

Share :

Baca Juga

Agribisnis

Ini Dia Trik Jitu Menjadi Petani Wijen yang Sukses
Buah Durian

Agribisnis

Harga Masih Tergolong Mahal, Durian Wonosalam Sudah Mulai Digemari

Berita

Penyelundupan Beras Ketan Dan Pupuk Dari Thailand

Berita

Cepat Tanggap, Tim POPT Tangani Serangan Penyakit Tanaman Cabai di Magetan

Berita

Sektor Peranian Beri Kontribusi Positif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Nasional

Kurangi Penggunaan Pestisida, Light Trap Insect Buatan Siswa SMK Ini Ampuh Atasi Hama

Berita

Produk Pakan Masih Berkontribusi Aktif pada Pertumbuhan Emiten Charoen Pokphand Indonesia

Berita

Ketua DPRD Karanganyar Minta Petani Mengontrol Penggunaan Pupuk Bersubsidi