Home / Berita / Internasional

Jumat, 28 Juni 2019 - 18:21 WIB

Buah Lokal Indonesia Disukai Masyarakat Guangzhou, Cina Tingkatkan Hubungan Bilateral

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Yasid Taufik bersama dengan delegasi RI lainnya bertemu dengan pimpinan Departemen Pertanian dan Urusan Pedesaan yang diwakili Li Xiao Jun, Rabu, (26/6)

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Yasid Taufik bersama dengan delegasi RI lainnya bertemu dengan pimpinan Departemen Pertanian dan Urusan Pedesaan yang diwakili Li Xiao Jun, Rabu, (26/6)

Presiden Jokowi dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong untuk peningkatan ekspor buah-buahan. Salah satu upayanya adalah mengikuti Fruit Expo 2019 di Guangzhou. Dalam event tersebut Kementerian Pertanian membawa anggota delegasi 8 pelaku usaha, eksportir sekaligus produsen hortikultura.

Sehari menjelang pembukaan, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Yasid Taufik bersama dengan delegasi RI lainnya bertemu dengan pimpinan Departemen Pertanian dan Urusan Pedesaan yang diwakili Li Xiao Jun, Rabu, (26/6). Pertemuan berlangsung sekitar 1,5 jam dengan mendiskusikan defisit perdagangan hortikultura.

“Indonesia mengalami defisit perdagangan sekitar Rp 17 triliun dan harapannya defisit itu bisa diperkecil dengan hubungan dagang yang lebih baik,” ujar Yasid sekaligus memperkenalkan para pelaku usaha tanah air.

Peluang tersebut bisa didapatkan melalui kerja sama bilateral dengan China. Li Xiao Jun menjelaskan bahwa Tiongkok tidak memproduksi manggis, salak dan durian padahal masyarakatnya sangat menyukai buah-buahan tersebut.

Baca Juga :   Target Swasembada Telur 2023, NTB Optimalisasi Kelompok Pengembangan Unggas Petelur

“Beberapa buah tropis ada yang diproduksi sendiri seperti pisang, buah naga dan lengkeng namun tidak sepanjang tahun karena merupakan negara 4 musim. Pada saat produksi tidak ada, mereka membutuhkan impor dari negara lain,” ujar Xiao Jun.

Perlu diketahui bahwa populasi Propinsi Guangzhou saat ini mencapai 120 juta dengan PDB per kapita 20.000 RMB di atas rata-rata PDB nasional, sehingga merupakan pasar yang sangat potensial. Sejauh ini buah yang sudah masuk pasar antara lain pisang, salak, manggis dan lengkeng.

Li Wan Zhi, pejabat yang membidangi perdagangan menyampaikan berkenan memfasilitasi pertemuan para pelaku dari Indonesia dengan federasi pengusaha pertanian propinsi Ghuangzhou.

Di akhir pertemuan, Li Xiao Jun berjanji akan memikirkan cara untuk meningkatkan hubungan perdagangan. Di antaranya melalui peningkatan hubungan dengan KJRI di Guangzhou dalam rangka identifikasi hal-hal yg bisa dilakukan.

Baca Juga :   Lagi Stres? Coba Peluk Sapi, Cara yang Satu Ini Sedang Tren Di Belanda

“Tentu saja kerja sama yang dibangun antara federasi pelaku usaha pertanian Tiongkok dengan indonesia diharapkan adalah kerjasama jangka panjang,” tambah Xiao Jun.

Sekretaris Ditjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Rossy Verona menyampaikan prioritas utama pemerintah Indonesia adalah memperkecil defisit perdagangan. Rossy Verona mengundang pemerintah Propinsi Guangzhou mengunjungi paviliun Indonesia pada Fruit Expo.

“Kami juga mengundang Propinsi Guangzhou untuk datang pada saat Trade Expo Indonesia yang akan berlangsung pada 16-20 Oktober 2019 di Indonesia sambil berkunjung berkunjung melihat langsung kebun-kebun hortikultura di Indonesia. Sehingga diharapkan bisa melihat langsung keunggulan hortikultura Indonesia dibandingkan negara Asia lainnya,” papar Rossy.

Share :

Baca Juga

Nasional

Serba Salah, Petani Jagung Gorontalo Bingung Atasi Hama Satwa dilindungi

Berita

Catatan SPI, Pelanggaran HAM Petani Di Indonesia Masih Tinggi

Berita

Menteri Pertanian Bantu Korban Banjir di Tujuh Kabupaten Sulsel

Berita

Polemik Distribusi Pupuk di Sragen Semakin Memanas, KTNA Minta Audiensi dengan Produsen, Distributor dan BRI

Nasional

Harga Tiger Fish Sampai Rp. 25 Juta, Bikin Heboh Warga Muba Untuk Berburu

Agribisnis

Petani Bunga Rosella Sukses, Untungnya Menggiurkan
Bambang Supriyanto Ketua HAE IPB (foto: panitia Rakernas HAE IPB)

Berita

Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan IPB siap tingkatkan kiprah nyata di sektor kehutanan dan lingkungan hidup

Berita

Waspada Konsumsi Jamur Enoki !