Home / Berita / Nasional

Jumat, 1 Desember 2017 - 08:20 WIB

Harga Beras Timpang, Papua Tolak HET Beras

Kepala Disperindag Provinsi Papua, Max Olua - (Foto: Istimewa)

Kepala Disperindag Provinsi Papua, Max Olua - (Foto: Istimewa)

Mediatani.co — Pemerintah provinsi Papua meminta agar Kementerian Perdagangan meninjau ulang harga eceran tertinggi (HET) beras di Papua. Pasalnya, masih terdapat perbedaan yang sangat besar antar kawasan pesisir dan di pegunungan.

“Saya sempat sampaikan ke Kemendag mengenai HET beras bahwa sebelum Permendag itu dikeluarkan dengan kondisi yang ada saat ini sangat beda jauh. Kami minta dalam merumuskan regulasi harus melihat karakter dari pada daerah, khususnya kami di Papua,” ujar Kepala Disperindag Provinsi Papua, Max Olua di Jayapura, Kamis (30/11/2017).

Max menganggap, dalam pembuatan kebijakan tim perumus kebijakan Kementerian Perdagangan harus melihat papua secara keseluruhan. Hal ini sangat penting di dalam menetapkan sebuah regulasi di Papua terutama terkait penetapan HET.

Baca Juga :   Ini 3 Jenis Beras Kaya Manfaat yang Wajib Kamu Ketahui

Disamping itu, hal yang harus diperhatikan adalah Papua belum didukung oleh infrastruktur yang memadai sehingga  masih banyak kabupaten yang hanya bisa diakses melalui moda transportasi udara. Dengan begitu, ongkos distribusi bahan pangan seperti beras akan menjadi lebih mahal.

BACA JUGA : Mutu Beras Membuat Khawatir Warga 

“Di dalam Papua saja, antara daerah pesisir dengan pegunungan harganya berbeda jauh, sehingga kita tidak mengambil harga yang berlaku di Jayapura sebagai patokan,” kata dia.

Meskipun demikian, Max tetap mengapresiasi upaya pemerintah pusat untuk meretas disparitas harga yang ada di Papua. Kebijakan pemerintah pusat untuk menggulirkan  program tol laut dan tol udara merupakan salah satu langkah jitu yang dilakukan pemerintah.

Baca Juga :   Kopi Warung Pemula Gelar Diskusi Pertanian Bagi Pemuda

“Konsep secara nasional melalui tol laut dan udara ini untuk mengurangi kesenjangan harga yang selama ini terjadi di Papua, ini luar biasa dan kami sangat mengapresiasinya,” ujarnya lagi.

Ia berharap agar semua pihak bisa bersabar dan mendukung kebijakan tersebut agar dampaknya bisa dirasakan dalam waktu sesingkat mungkin. “Kita pemerintah tetap melakukan upaya karena setiap program butuh waktu. Semoga kebijakan ini bisa meminimalisi kesenjangan harga,” kata Max.

Share :

Baca Juga

Ir Suwandi (Foto: Humas Kementan)

Agribisnis

Kunjungan Dirjen Hortikultura, Kabupaten Karo Sumut Surplus Wortel

Berita

Aceh Singkil Kini Punya Wisata Taman Mangrove
Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi saat berkunjung ke sentra produksi tanaman suji Sukabumi (dok. Kementan)

Agribisnis

Budidaya Tanaman Hias Bambu Suji dan Lidah Mertua Dipacu Untuk Eksport

Nasional

Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur Jawa Barat Berikan Bantuan Puluhan Ribu Bibit Ternak

Berita

Budhy Setiawan: GOLKAR Ingin Kembalikan Cianjur sebagai Lumbung Pangan

Agribisnis

Rahasia Petani Hidroponik Sukses Omzet 450 Juta Per Bulan
Foto bersama tim kampanye SPF dengan guru dan para siswa SD Aisau Kelas Jauh Sawendui

Nasional

SPF dan Bank Mayapada Ajak Siswa SD AISAU Kelas Jauh Sawendui Menjaga Penyu Sejak Dini

Berita

Saling Sharing Pengalaman, Kenalkan Potensi Kopi Kaltara