Home / Berita / Nasional

Senin, 29 Oktober 2018 - 13:53 WIB

Kementan Siap Percepat Izin Eksport, Dari 13 Hari Menjadi 3 Jam

Mediatani.co – Jakarta, 29 Oktober 2018.  Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus memacu peningkatan produksi bahkan ekspor komoditas pertanian khususnya hortikultura secara drastis. Karenanya, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Hortikuktura menggelar rapat koordinasi peningkatan produksi, investasi dan akselerasi ekspor komoditas hortikultura bersama para eksportir di Jakarta, Senin (29/10). Rapat tersebut dipimpin langsung Mentan Amran dan dihadiri dari Kementerian Luar Negeri.

Dalam rapat koordinasi ini, Mentan Amran mendengar keluhan lebih dari 10 eksportir dan langsung memberikan solusinya. Yakni disepakati percepatan surat izin ekspor dengan memotong waktu perijinan ekspor di Kementan dari 312 jam yakni 13 hari menjadi hanya 3 jam.

“Kami minta pandangan dari para ekspor. Hadir juga kementerian lain yaitu Kemenlu. Kami yakin kebijakan strategis ini bisa mengangkat ekspor lebih tinggi. Kami akan terus melakukan mengawalan,” sambung dia.

Menurut Amran, jika pengurusan izin di Kementan sudah 3 jam, pengurusan di instansi lainya akan menyusul sehingga izin keluarnya lebih cepat. Sehingga Kementan memberikan contoh percepatan pengurusan izin di sektor hulu.

Baca Juga :   Terkait Masalah Endemis Tikus di Subang, Ini Komitmen Kementan!

“Jika dulu eksportir mendatangi kami, tapi kini kita layani dan kita datangi. Para ekspor tidak perlu lagi mikir dokumen, tidak perlu datang mengurus, cukup di rumahnya saja. Kalau ekspor naik, perekonomian nasional pun meningkat,” ujarnya.

“Kementrian pertanian telah mempermudah ijin dan urusan berusaha khususnya untuk ekspor produk pertanian. Dulu, mengurus izin bisa 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun. Sekarang kita percepa bisa 1 jam,” tuturnya.

Oleh sebab itu, rapat kordinasi ini memiliki peran strategis untuk akselerasi investasi dan ekspor. Pasalnya, untuk mengejewantahkan hal ini perlu adanya sinergi yang baik. Yakni mendengarkan masalah yang dihadapai pengusaha hortikuktura dan memecahkannya secara cepat.

“Kita terapkan sistem OSS (red.Online Single Submission). Ini perintah Bapak Presiden untuk akselerasi ekspor dan investasi. Kami minta semua operasi OSS 24 jam, setiap hari sabtu-minggu masuk,” imbuh Amran.

Terkait investasi, Amran menyebutkan di tahun 2013, investasi di sektor pertanian mencapai Rp 29,3 triliun, selanjutnya tahun 2014 naik menjadi Rp 44,9 triliun. Akumulasi peningkatan investasi dari 2013 ke 2017 sebesar Rp 61,97 triliun.

Baca Juga :   4 Kali WTP, Kementan Komitmen Jaga Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan

“Nilai investasi tahun 2017 sebesar Rp 45,9 triliun, naik 14,2 persen per tahun sejak 2013. Kemudian, total investasi 2013 sampai 2018 mencapai Rp 270,05 triliun,” sebutnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi mengatakan Permentan terkait akselerasi ekspor yang direvisi yakni Permentan Nomor 38 Tahun 2017 dirubah menjadi Pementan Nomor 17 tahun 2018 Tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura. Rekomendasi ini mengatur juga izin ekspornya.

“Dengan perubahan ini kami membuka selebar-lebarnya ekspor produk hortikultura. Ini penting karena kontribusi ekspor komoditas hortikultura cukup tinggi. Ekspor total hortikultura segar Januari hingga Agustus 2018 mencapai Rp 1,28 triliun, naik 27 persen dibanding Januari sampai Agustus 2017 yang hanya Rp 0,94 triliun,” kataya.

“Sementara total ekspor hortikultura segar dan olahan Januari hingga Agustus 2018 mencapai Rp 2,87 triliun,” tandas Suwandi.

“Kami minta pandangan dari para ekspor. Hadir juga kementerian lain yaitu Kemenlu. Kami yakin kebijakan strategis ini bisa mengangkat ekspor lebih tinggi. Kami akan terus melakukan mengawalan,”Pungkas Amran.

/J

Share :

Baca Juga

Berita

Buah Lokal Indonesia Disukai Masyarakat Guangzhou, Cina Tingkatkan Hubungan Bilateral

Nasional

Alasan dibalik Kelangkaan Pupuk di Pasaran

Nasional

Percepat Pemulihan Ekonomi, Kementan Akan Maksimalkan Food Estate

Nasional

Gabungan Massa Aksi Blokade Jembatan Suramadu dengan Tabur 2 Ton Garam

Nasional

Bintan Layak jadi Sentra Bawang Merah
Foto moderator, pembicara, rektor IPB, dan ketua PKSPL IPB (foto: panitia)

Berita

Rumuskan pertumbuhan ekonomi nasional, IPB adakan diskusi ilmiah rutin

Berita

Startup Perikanan ‘Aruna’ Bantu 15.000 Nelayan Jual Ikan Secara Online

Berita

Pelaku Semprot Cat Cabai karena Tergiur Harga Cabai Merah