Home / Featured

Jumat, 17 Juli 2020 - 19:36 WIB

Menakjubkan! Sayur Raksasa Ada di Tanah Alaska

Buah labu besar di Alaska

Buah labu besar di Alaska

Mediatani – Matanuska-Susitna adalah sebuah lembah kecil nan bersahaja di kawasan Alaska, Amerika Serikat. Tak banyak lokasi dengan pemandangan menakjubkan di sini. Tetapi Matanuska-Susitna memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Lembah ini merupakan tempat tumbuhnya buah dan sayur berukuran raksasa.

Setiap tahun daerah Palmer mengadakan The Alaska State Fair, sebuah kontes buah dan sayuran yang konsepnya cukup unik. Pada event ini, para petani di Matanuska-Susitna secara rutin melombakan sayur-sayur jumbo yang mereka tanam. Di sini sayuran dengan berat puluhan kilogram merupakan hal yang biasa.

Kubis seberat 62 kilogram, blewah yang beratnya nyaris 30 kilogram, hingga brokoli dengan berat 15 kilogram adalah beberapa dari deretan sayur raksasa yang menjadi juara kontes dalam beberapa tahun terakhir.

Lalu apa yang menjadi rahasia buah dan sayuran jumbo di sana? Padahal Alaska memiliki musim tanam yang pendek, kira-kira 105 hari saja dalam setahun. Namun seperti sudah diketahui, lokasinya yang sangat jauh dari garis khatulistiwa menyebabkan warga Alaska menikmati siang hari yang sangat panjang di musim panas. Matahari bersinar lebih dari 12 jam, memungkinkan tanaman Alaska terus tumbuh dan berkembang.

Baca Juga :   Harga Sayur Anjlok, Petani Cirebon Kebingungan

Walaupun begitu, labu yang sukses tumbuh dengan berat lebih dari 50 kilogram jelas bukan cuma pengaruh sinar matahari. Para petani spesialis kontes sayuran raksasa sudah melakukan eksperimen selama bertahun-tahun untuk memilih benih sayuran paling unggul dan metode tanam terbaik.

Misalnya Scott Robb, petani sayuran berukuran monster yang dijuluki Einstein. Dia sudah melakukan uji coba dengan berbagai varietas tanaman untuk menghasilkan sayuran jumbo yang layak menjadi juara kontes.

Baca Juga :   Agar Nasi yang dihangatkan Kembali Menjadi Lebih Nikmat, Lakukan Cara Ini

Sinar Matahari Selama 20 Jam Bikin Sayuran Besar dan Manis

Menurut penjelasan Steve Brown, pakar pertanian di University of Alaska Fairbanks dan anggota dewan pengurus Alaska State Fair, matahari musim panas di Alaska bersinar selama 20 jam. Tumbuh-tumbuhan di sana jadi mendapatkan waktu yang lebih lama untuk fotosintesis.

Sayuran kubis tumbuh dengan besar karena pancara sinar matahari yang berlangsung selama hampir 20 jam

Berkat hal itu, buah dan sayuran bisa tumbuh lebih besar. Iklim seperti ini paling cocok untuk bertani sayuran dari genus brasika (kubis-kubisan). Tak heran kalau kubis dan sawi dari Alaska memang banyak yang tumbuh seperti raksasa.

Curahan sinar matahari ekstra ini juga membuat bahan pangan jadi lebih manis. “Orang-orang sering mencoba wortel kami, dan mereka pikir kami menambahkan gula,” cerita Brown lagi.

Share :

Baca Juga

Featured

Ini Alasan Kenapa Orang Amerika Makan Kalkun di Perayaan Thanksgiving
ilustrasi

Featured

Sayur Mayur yang Ternyata Bisa Berbahaya Bagi Tubuh

Featured

Indonesia Ternyata Pernah Punya 7000 Jenis Tanaman Padi

Featured

Mengenal Pupuk Guano, Pupuk Organik Terbaik dari Kotoran Kelelawar

Featured

Beda Jauh, Nasib Petani Indonesia dengan Negara Maju

Featured

Mau Ikut Lelang Ikan Cupang? Pahami dulu 5 Istilah Ini

Featured

Berdayakan Petani Lokal, La Dame In Vanilla produksi Ekstrak Vanila Halal

Featured

Jabuticaba, Buah Unik Asal Brazil