Home / Berita / Nasional

Sabtu, 16 Desember 2017 - 11:49 WIB

Kebijakan Impor Tembakau Dinilai Merugikan Petani Cengkih

Mediatani.co — Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 84 Tahun 2017 tentang Ketentuan Impor Tembakau mendapat pertentangan keras dari Asosiasi Petani Cengkih Indonesia (APCI). Kebijakan tersebut dinilai tidak efektif dan justru berpotensi mempersulit pabrikan rokok untuk memperoleh bahan baku.

Sekretaris Jenderal APCI I ketut Budhiman mengatakan bahwa akan terjadi penurunan jumlah serapan cengkeh hingga 50% yang diakibatkan oleh aturan ini.

Ini (diperkirakan) akan berdampak pada penurunan jumlah serapan cengkeh hingga 50 persen dari total produksi nasional,” katanya di Jakarta, Kamis (14/12).

Menurut dia, hal yang tak dapat dihindari juga ialah pabrikan rokok akan berhenti berproduksi lantaran akan mengalami kekurangan bahan baku tembakau.

APCI berharap agar pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan industri hasil tembakau sebaiknya melibatkan mereka. “Jangan sampai kebijakan yang diputuskan malah kontraproduktif, jika beleid ini dipaksakan bisa berakibat pada target penerimaan negara dari cukai rokok,” tegasnya

Baca Juga :   Bisnis Keong sawah, Peluang Yang Menjanjikan ?

Budhiman khawatir jika sesuatu terjadi pada industri dampaknya juga akan mengenai petani cengkih. “Sangat ironis bahwa tembakau yang pasokannya tidak mencukupi dibatasi impornya, sedangkan cengkih yang cukup diproduksi di Indonesia, malah dibuka lebar impornya.” katanya

Selain petisi, putusan APCI lainnya adalah melanjutkan perjuangan agar kretek dapat dilestarikan sebagai salah satu warisan budaya, sejajar dengan batik, angklung dan keris. APCI berharap seluruh komponen bangsa, termasuk pemerintah, asosiasi, media, dan elemen terkait lainnya untuk memupuk soliditas demi kretek Indonesia yang sudah dikenal hingga mancanegara.

Baca Juga :   Nasib Petani Di tengah Pusaran Kenaikan Cukai Rokok

“Kami juga mengajak masyarakat Indonesia, khususnya 1,5 juta petani cengkih di Indonesia, untuk memperjuangkan masuknya cengkih ke dalam nomenklatur dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT),” kata Budhiman.

Budhiman meminta pemerintah tidak menganaktirikan para petani cengkih. Ia berharap pemerintah mengalokasikan cukai rokok untuk penelitian dan pengembangan tanaman cengkih selain untuk rokok. Dengan demikian, petani cengkih tidak terlalu tergantung pada industri hasil tembakau.

“Seluruh pengurus sepakat untuk melakukan penguatan organisasi APCI di daerah-daerah di Indonesia.” pungkasnya

Share :

Baca Juga

Nasional

Fasilitas Dermaga Kurang, Peternak Lempar Sapi ke Laut

Nasional

Penjelasan Moeldoko Tentang Prabowo yang Ikut Urus Pertanian

Agribisnis

Petani Bawang Merah Sukses Modal Kecil Laba Berlipat Ganda

Berita

Produksi Garam Belum Penuhi Kebutuhan Nasional

Berita

Lampu Pengusir Hama Jadi Pesona Wisata Baru di Enrekang

Nasional

Polman-Sulbar Kembangkan Produksi Kedelai dengan Kemitraan

Berita

Kembangkan Padi Organik, Pemerintah Perlu Berikan Bimbingan

Nasional

Gelar Webinar, Kementan Harap Petani Millenial Mampu Membumikan Inovasi Teknologi Pertanian