Pemuda Aceh Ternak Burung Murai Hasilkan Puluhan Juta, Simak juga Tips Beternaknya

  • Bagikan
ILUSTRASI. Burung Murai Batu/IST

Mediatani – Kurniawan Tara atau kerap disapa Tara, ialah seorang pemuda lajang yang tinggal di kawasan Simpang Empat, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Dikutip Jumat (12/2/2021) dari situs serambinews.com, meski dalam usia yang masih kelapa dua, hebatnya, Tara sudah mampu menghasilkan uang rata-rata Rp 20 juta setiap bulannya.

Uang sebesar itu pun diperoleh pemuda berkulit putihitu dari berbisnis ternak Burung Murai.

Bisnis ternak Murai ini juga tidak butuh lahan luas. Lahan untuk membuat kandang Murai sendiri hanya dengan memanfaatkan perkarangan samping rumahnya.

Pria berumur 29 tahun itu kepada Serambinews.com, Kamis (11/2/2021), dikutip Jumat (12/2/2021) menceritakan bahwa  dirinya mulai berbisnis ternak Burung Murai pada tahun 2016 lalu.

Awalnya, dia membeli sepasang Murai di kawasan Sigli, Pidie. Kemudian mencari ilmu dari media sosial (medsos), Tara pun cepat memahami bagaimana cara efektif berternak Burung Murai.

Sehingga dalam waktu dua tahun atau pada tahun 2018, dirinya sudah memelihara 16 pasang Murai, di samping juga sudah ada yang sudah dijualnya.

Alhasil, sejak memelihara 16 pasang Burung Murai, sampai saat ini dirinya pun mampu meraih keuntungan rerata Rp 20 juta per bulannya.

Diceritakannya, Burung Murai mulai bertelur dalam waktu singkat. Dari bertelurnya yang hanya butuh 11 sampai 13 hari untuk menetas.

Tujuh hari kemudian, jelas dia, anak Burung Murai tersebut sudah dapat dipisahkan dari induknya. Lalu tujuh hari setelah itu lagi, induknya kembali bertelur.

Sedangkan pengalaman Tara, saat menyaksikan ternak Murainya bertelur, ada berjumlah satu telur dan ada juga yang sampai tiga butir.

Sedangkan, anaknya yang sudah dipisahkan dari induknya, hanya ditunggu sampai berumur 40 hari. Setelah itu kemudian baru bisa dijual.

“Untuk jantan, harga jualnya antara 2 juta sampai tiga juta rupiah per ekor. Sedangkan betinanya, dipatok cuma sekitar satu juta rupiah,” papar Tara.

Memamg diakuinya bahwa, ada juga masanya induk Burung Murai tidak produktif, yakni saat rontok bulu.

Baca Juga :   Mahasiswa KKN ULM Bantu Warga Buat Pakan Ternak

“Dari proses awal rontok sampai tumbuh bulu lagi sehingga mau bertelur kembali, bisa-bisa sampai enam bulan,” jelas dia.

“Tapi proses terjadinya itu tidak sekalian. Waktu terjadi antara satu induk dengan induk lainnya berbeda,” ucapnya.

Berikut ini tips memulai beternak Burung Murai Batu yang dikutip Jumat (12/2/2021) dari situs Lensapurbalingga.pikiran-rakyat.com.

  • Pemilihan Bibit

Murai jantan atau betina, kesemuanya harus memiliki kualitas yang baik serta harganya yang tidak mesti harus mahal.

Pilihlah burung Murai Batu betina yang berumur kurang lebih 1 atau 2 tahun. Pada usia itu termasuk usia yang ideal untuk burung Murai Batu dalam ber-reproduksi.

Keadaan kesehatan burung betina juga sebaiknya terjaga dan bobot badannya tidak terlalu kurus.

Untuk pemilihan burung jantan serupa waktu memilih induk betina. Pilihlah induk jantan yang juga tidak takut pada manusia dan punya mental yang bagus.

Pejantan paling tidak berusia minimal 2 tahun, sudah cukup matang untuk melakukan perkawinan.

Dianjurkan Murai Batu Jantan terbebas dari cacat fisik, entah itu di bagian kepala, kaki, bagian sayap maupun bagian tubuh lainnya.

  • Persiapan Kandang Murai

Dalam ternak burung muai batu ini cara pertama yang sebaiknya dilakukan yakni menyiapkan kandang. Dan pastinya kandang yang sesuai prosedur serta pengalaman peternak.

Dalam beternak burung ini, tentu saja anda memerlukan kandang murai dengan desain ukuran yang cukup luas. Sebaiknya juga jangan terlalu sempit dan punya sirkulasi udara yang baik.

Sedangkan untuk penempatan kandang murai, dianjurkan diletakkan pada tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Kandang burung murai batu juga harus dijauhkan dari kebisingan. Jangan lupa hadapkan pada cahaya matahari yang pas saat pagi hari untuk memperoleh vitamin D.

Selain itu, sebaiknya pula memiliki tempat teduhan pada saat sinar matahari sudah terasa panas untuk burung Murai Batu.

  • Kebersihan Kandang Murai Batu

Merawat kandang murai batu agar tetap bersih termasuk faktor terpenting untuk keberhasilan dalam ternak burung murai batu. Jika kebersihan kandangnya terjaga, maka tentu bisa meminimalisir bibit penyakit.

Baca Juga :   Warga Tetap Budidaya Ikan di Waduk Lhokseumawe Meski Mengandung Limbah Tercemar

Dengan sangkar yang bersih, murai batu akan merasa semakin nyaman, sehingga bisa terhindar dari stress yang merupakan penyebab penyakit ternak ini.

Selain itu, bersihkan juga wadah pakan serta minimal tiap harinya.

Saat pagi hari, pakan serta air minum harus diganti dengan yang baru. Sisa dari air minum atau makanan yang belum habis sebaiknya dibuang.

Dalam sepekan sekali, pada sangkar dibersihkan dengan keseluruhan. Sesudah kotoran dibuang, sangkar dapat dicuci, kemudian disterilkan dengan disinfektan atau dengan obat antikuman.

Usai itu, keringkan di bawah cahaya matahari.

  • Pakan Murai Batu

Pakan ini ialah salah satu faktor paling penting dalam ternak burung murai batu. Murai batu perlu nutrisi yang cukup dalam menunjang aktivitas serta produktivitasnya.

Agar supaya nutrisi bisa terpenuhi dengan baik, murai batu harus selalu diberikan pakan segar serta bervariasi. Memberikan vitamin untuk burung murai batu juga dibutuhkan.

Pakan burung murai batu dapat dengan pakan alami, buatan, atau makanan campuran antara pakan buatan serta alami. Pemberian pakan tambahan pula dibutuhkan agar supaya mendongkrak pertumbuhannya.

Selain itu juga untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya, pada umumnya, pakan tambahan yang bisa diberikan berupa jangkrik, ulat hongkong, orong-orong, cacing ataupun belalang.

  • Perkembangbiakan Murai Batu

Menaruh calon induk betina pada kandang. Betina yang ditaruh dalam kandang harus berumur kurang lebih 1 tahun atau sudah siap dikawinkan.

Lalu, masukanlah 2 ekor betina itu kemudian biarkan kurang lebih 2 minggu, guna beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Sesudah itu masukan burung murai batu jantan serta kandangnya ke dalam kandang betina.

Tujuannya ialah untuk mencegah penyerangan burung murai batu jantan pada 2 ekor betina itu. Sehingga harus beradaptasi dalam waktu kurang lebih 1 minggu.

Tunggulah burung betina sampai birahi. Pada umumnya burung betina akan bersiul-siul lalu mendekati sangkar murai batu jantan.

Pada waktu ketika burung jantan serta betina saling berdekatan, itulah waktu yang tepat guna melepas murai batu jantan dari sangkarnya. (*)

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani