ilustrasi: Petani memanen Kentang

Mediatani – Kementerian Pertanian melalui Karantina Belawan mencatat, sepanjang masa pandemi yaitu sekitar periode 1 semester tahun 2020, Sumatera Utara telah mengekspor kentang sebanyak 412,2 ton dengan nilai Rp 1,85 miliar ke Singapura dan Malaysia. Angka tersebut menunjukkan kenaikan yang signifikan dari tahun sebelumnya.

Pada periode sama tahun 2019 hanya tercatat sekitar 45,5 ton senilai Rp 448 juta saja. Itu berarti, peningkatan yang terjadi hampir sepuluh kali lipat.

Kepala Karantina Belawan, Hasrul mengatakan ekspor kentang ke Singapura dilakukan sebanyak 7 kali dengan volume 66,7 ton atau senilai Rp 725 juta. Sedangkan ke Malaysia sebanyak 46 kali dengan volume 345,5 ton atau senilai Rp 1,1 miliar.

Hasrul menyebutkan ada 3 varietas unggulan yang ditanam oleh petani Sumut, kentang yang banyak digunakan adalah varietas Atlantik Lokal Median. Kentang tersebut tahan terhadap penyakit dan dikonsumsi sebagai cemilan. 

Selain itu, ada juga varietas Granola L yang berbentuk oval dan kulit warna kuning hingga putih dan berdaging kuning.

Sedangkan varietas lainnya yaitu varietas Cipanas merupakan kentang sayur unggul, memiliki kulit berwarna putih dan permukaan rata. Daging umbinya berwarna kuning, tahan terhadap penyakit busuk daun (Pytophthora infestans). Namun varietas Cipanas ini mudah terserang nematoda Melodogyne sp dan layu bakteri Pseudomoans solanacearum.

“Selain produktivitas yang dikawal oleh Direkrotat Jendral teknis dan dinas pertanian terkait, fasilitasi perdagangannya juga kami kawal, agar dapat memenuhi persyaratan teknis di negara tujuan,” pungkasnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here